Apatis AsmaraTak bisakah kau diam dari menudikkan rindu
Dan biarkan airmata meratapi kasihmu
Apatis asmaramu tak mungkin dirantai
Pastinya kau rasa gejolaknya indah
Hey (hey asmaramu)
Hey (hey biarpun)
Gusar membara
Kasih dikejar mentari
Berjalan MalamBerjalan malam
Jangan sendirian
Di hujung sana
Ada yang menanti
Engkau akan menyesal tak sudah
Janganlah melatah
Berjalan malam (berjalan malam)
Banyak pantang larang
BiarlahBunga terpancar
Nafas bermula
Mencari noktahnya yang hilang di mata
Cahaya fajar
Membunuh malam
Hati penasaran
Kasihmu nak terasa
Bangkitlah jiwa hamba
Bukan Aku Tak CintaSaat kita berpisah
Kau pegang erat tanganku
Sepertinya tak merelakan
Kepergianku untuk meninggalkanmu
Dermaga saksi bisu
Waktu ku kucup keningmu
Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku
Bukan NiatkuTertutupkah sudah hatimu
Untuk menerimaku lagi
Apakah keras hatimu
Tak bisa lentur lagi
Bukanku sengaja mahu kau terluka bukan niatku
Kalau pun memang aku bersalah
Namun sebesar manakah
Begitu susah untuk kau maafkan
Cinta Dan KhalimahKasih sayang tak terpadam
Rindu pun tak terbilang
Bak malam dan siang
Hanya engkau kurindu
Bukan kerna kata-kata
Cinta yang subur di minda
Sucinya cintamu
Di cermin hati
Cinta MeterialIdola diri
Menghitung kasih disinari mentari
Rimbunan mimpi
Persisnya bintang yang menyusuri hari
Mengemis harga budi
Minda pun terkunci
Miskinnya nilai suci
Merantai kaki
Dialah SegalanyaTujuh benua dicantumkan semua
Luas lagi erti cinta
Tujuh lautan boleh ku renang
Di kolam cinta lemas jua
Menjunjung langit bumi tak terpijak
Bila sedar hati retak
Berpisah jangan disebut-sebut
Ekspressi FunkyDi dalam indah meriahnya suasana
Kita berdansa di langkah sempurna
Cuba mencari rentak keriangan
Agar terhapus belenggu kebosanan yeah
Mengapa teman gusar menyendiri
Ayuh lupakan kekusutan semalam
Tari bersama lagu kehidupan
Satu kembara satu eksplorasi
Hey MariaHey Maria
Kau buatku gelisah
Hey Maria
Kau buatku pening
Apa lagi yang kau inginkan
Apa lagi yang kau mimpikan
Kau ingin cinta
Telah ku berikan
Hukum AlamHu ye yeah
Dari jendela dunia
Terbentang indah ciptaan yang Esa
Lembut dan segalanya
Menyatakan dalam warna
Deruan dan olaknya
Menyegarkan dan menjernihkan alam
Hukum alam kan hilang
Kasih SyurgawiPohon cinta kita seindah pelangi
Menjadi rimbunan teduhan asmara
Mahligai rinduku pun terbina
Kaulah bidadari hingga akhir nanti
Alam bagaikan merestui
Kasih wangian kasturi
Embun menitiskan simpati
Pengorbanan suci oh isteri
KekasihInginku bawamu tuju titian
Halus helai rambut perawan
Pastinya kita sampai ke seberang
Menyaksikan satu bintang berkerlipan
Cinta makin lama kasih pada siapa
Kerna aku kan pergi selama
Tinggalkanmu kasih
Meniti titian sendiri
KembaliSelangkah jalan kembali
Seribu caci dan maki
Sepatah aku bersuara
Seribu silapnya
Di manakah kebenaran
Yang engkau inginkan
Cinta untuk semua insan
Atas nama Tuhan
Ku Insan Yang SepiApi yang padam
Dihembus angina malam
Meninggalkan kesan
Yang amat dalam
Sehingga dendam
Silam ku yang dalam
Menghilang bagai bayangan
MafatihNiat kasih di hatimu
Membelai tanpa jemu
Tika usia mula berputik
Di rimbunan pagi
Oh yeah yeah yeah oh ho la la
Yeah
Nyanyianku bernada sendu
Bila dahaga dan lapar
Mawar KasturiMasih terasa diwaktu dahulu
Sebelum berjumpa denganmu
Jiwaku musafir yang berkelana
Hingga ke hujung dunia
Tiada tempat ku berteduh
Kepanasan merintih sengsara
Jiwa dan kalbu ku meronta
Mencari kedamaian ternoda
Mencari Tanda CintaBiar zahirku dipandang hina
Walau mana pun ku melangkah
Bayang berterusan mencengkam
Dosa semalam menggamit
Rasa sukar untukku
Cari jalan pulang
Datanglah aduhai kasihku
Bawalah sinar bersamamu
MenyinyirNampak satu yang tak nampak ada dua tiga empat
Sampai beratus pun boleh (beratus mungkin boleh)
Satu jengkal kadang kala boleh jadi empat jengkal
Janji jadi tak benar (biarpun tak benar)
Ada saja tambahannya ada saja tokoknya
Dasar mulut si tempayan memang gitu sifatnya
Dasar kepoh kononnya ini
Order baru dunia terpilih di PBB (terpilih di PBB)
Noktah Cinta BisuDalam bicaraku
Tersimpan segala rindu
Yang kau ucapkan
Tika kita bisik kata cinta
Masih jelas terbayang
Wangian cintamu itu
Seindah salju yang ku gubah
Menjadikan lagu hanyalah untukmu
PasrahMengapakah gelisah perasaan dibadai resah
Sedangkan segalanya seakan sempurna
Nilai gurauan tiada lagi kemanisannya
Hidup nan bebas bagaikan penjara
Mungkin kemelut di jiwa
Yang ku lantar kekosongan
Yang merindukan belaian asmara
Walau betapa asyiknya ku rasakan
PuteriDi dalam kesunyian ku rindukan dirimu
Rasa cintaku yang kian membara
Tapi tak kuasa tuk mengatakannya
Kala fajar menjelang dan aku pun terjaga
Namun bayangmu terus mengikuti
Mungkinkah mimpiku kan menjadi nyata
Bersamamu kita menjalin asmara
Kesunyian ini terlalu indah
Retak SeribuKau ketika ditinggal pergi
Kala berputiknya cinta
Mampu tersenyum melindung sedih
Teguhnya cintamu di sana
Menanti sepenuh hati
Menjunjung kasih teguh bersemi
Kini kukembali
Tanpa cahya kasih
Sambutlah TangankuDalam dakapan angin semalam
Ku dibuai kenangan silam
Bertemankan bulan berbahasa alam
Membunuh dendam
Matahari bangkit lagi
Dan keringlah embun dan mimpi
Ku ulangi langkah
Rela hidup dengan berserah
Sebenarnya Kata PujanggaLafazlah sejuta kekesalan
Lafazlah sepuas dan semahu
Pilu dihati siapa yang tahu
Terguris bercucur air mata
Cinta mu indah dipandang mata
Kasihmu bernian di duniawi
Harum tika dinihari pagi
Senjata SulitPada satu simpang ku pilih satu jalan
Yang ku rasa jarang di ambil lain orang
Ikutkan bisikan yang di dalam melawan kata silam
Tekadkan tak mahu berundur pulang
Biarpun bercerai nyawa dengan badan
Tiba hujung jalan ku jumpa lagi simpang
Serpihan RinduTerhenti dugaan noda
Doa yang telah ku kirimkan
Tanda ingatan ku padamu
Mendetak terus merindu
Akanku nyanyikan lagu
Bisik cinta berbalut rindu
Moga hilanglah segalanya
Gundah pilu dan rindu
Si Karut MarutSi karut marut si karut
Si karut marut si karut
Si karut si karut marut
Si karut si karut marut
Si karut si karut marut
Hei kau siapa hebat bicara
Yang mengaburi senario hidup ini
Pada mereka kau mengakui
Suara IklimKita lari kita sembunyi
Dalam kabus kita terhenti
Suara pagi ingin menyanyi
Dari hati yang sepi ini
Ribut terdengar membuka perjalanan
Aku terhenti di persimpangan jalan
Di mana sudah akhirnya cinta ini
Aku gelisah sedang aku menanti
Suci Dalam DebuEngkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlinding jua
Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
SungguhMudah sungguh
Ucapan sayang lahir dari mulutmu
Lembut sungguh
Lidahmu menyebut berulang kali
Tidak kira
Dengan sesiapa saja engkau menyapa
Tanpa kau mengenal segan silu padaku
Mengapakah
Tojee TowoakMari kite pakai dengor cerite
Mainan budok-budok hok peseng lama
Turun menurun pusake kite
Banyak pelik tapi suke
Dok payoh pakat pitih dok nok wak benda
Perabih harta ayah bonda
Sayang sungguh lening koho tadok
Pasal besar belaka dok budok-budok
Zapin TerbilangHa
Hey
Bila dipalu gendang berbunyi
Mengalun lagu digerak hati
Jari jemari turut menyambut
Membentuk tari geraknya lembut
Jangan dicaci irama itu
Bunyinya asli rentak melayu